Kejari Kediri Tahan Terpidana Kasus Alat Kesehatan

Kediri (Antara Jatim) - Kejaksaan Negeri Kota Kediri, Jawa Timur, menahan terpidana yang juga buron selama empat tahun, Dian Wahyuni (59), dalam kasus penyedian obat-obatan dan alat kesehatan Rumah Sakit Kusta Kediri.

"Harusnya dia dieksekusi Desember 2011, sesuai keputusan MA (Mahkamah Agung), tapi melarikan diri," kata Kepala Kejari Kota Kediri Amiek Mulandari di Kediri, Kamis.

Ia mengatakan, dalam kasus pengadaan barang dan jasa obat-obatan, serta alat kesehatan habis pakai di RS Kusta Kediri tahun anggaran 2006 itu, yang diputus terlibat adalah tiga orang, salah satunya Dian Wahyuni.

Perempuan yang tinggal di Desa Sukorejo, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri, yang juga pemilik apotek itu saat itu sebagai rekanan atau penyedia barang. Ia mengirimkan obat dan alat kesehatan itu dengan melalui resep dokter atau lewat telepon.

Pengiriman resep itu rentang 2006 sampai 2007 dengan keseluruhan nilai Rp34,12 juta, tapi ia telah menandatangani atau menerima uang pembayaran obat-obatan dan alat kesehatan habis pakai dengan sembilan lembar kuitansi senilai Rp78,56 juta.

Ia saat itu dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo 55 ayat 1 ke 1 jo Pasal 64 ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), dan subsidair Pasal 3 jo Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan tambah UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor jo 55 ayat 1 ke 1 jo Pasal 64 ayat (W1) KUHP.

Dalam prosesnya, para terdakwa mengajukan gugatan hingga sampai di MA dan diputus pada 12 Agustus 2010. Tiga orang terpidana, yaitu Ermanadji dan Jembor Sugeng Waluyo serta Dian Nurwahyu terbukti sah dan bersalah melakukan tindak pidana korupsi yang dilakukan bersama-sama.

Terdakwa Ermanadji dan Jembor telah menjalani pidana penjara 22 Desember 2011, sementara Dian melarikan diri dan menjadi DPO sejak 10 Januari 2012.

Dian akhirnya bisa ditangkap pada 26 Februari 2014 jam 20.00 WIB, oleh Kejagung bekerjasama dengan Tim Intelijen Kejari Negeri Sleman, Yogyakarta dan Kejari Kediri. Ia akan menjalani hukuman penjara sesuai dengan putusan MA, satu tahun penjara.

Dian sendiri terlihat sedih ketika akan dibawa ke Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Kediri. Ia hanya mengatakan, jika ia tidak tahu apa yang dilakukannya salah.

Petugas langsung membawanya ke Lapas. Ia sendirian, dan tidak ditemani keluarga ataupun kuasa hukumnya, ketika dibawa dari kantor Kejari Kota Kediri ke penjara. (*)

No Response

Leave a reply "Kejari Kediri Tahan Terpidana Kasus Alat Kesehatan"